Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

UIN Latih Dosen Non Tarbiyah

AR-RANIRY| Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menggelar pelatihan Peningkatan Kapasitas Dosen non-Tarbiyah bagi 160 dosen yang terdiri dari 43 program studi di bawah Sembilan fakultas di lingkungan UIN Ar-Raniry, Senin (17/7/2017) di Aula LPM Darussalam Banda Aceh.

Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA dalam arahannya saat membuka pelatihan tersebut mengatakan, Pelatihan seperti ini sangat penting dilakukan, kerena peranan dosen atau tenaga pendidik saat ini sangat menentukan, beda dengan proses belajar mengajar dahulu dimana seorang dosen atau guru dalam proses belajar mengajar lebih banyak memberikan, namun sekarang tidak. Mahasiswa atau anak didik banyak yang cerdas dan menguasai materi, oleh karena itu sangat penting dilakukan pelatihan semacam ini untuk melatih para pendidik agar dalam proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Dulu dikenal ada teori transfer, dimana seorang dosen atau guru mentransfer ilmunya kepada siswanya seperti menuangkan air ke dalam gelas kosong, namun sekarang tidak lagi seperti itu, mahasiswa telah banyak yang cerdas dan bahan referensinya juga banyak, jika dosen tidak memiki kapasitas maka akan terus tertinggal,” katanya.

Farid menganalogikan, pada latihan militer itu dilakukan lebih banyak praktik lapangan ketimbang teorinya, mereka setiap saat melakukan latihan walaupun dalam situasi aman, terus berlatih. Begitu juga di bidang medis, setelah belajar dibangku kuliah mereka harus mengikuti coas atau menjadi asisten dan untuk menjadi dokter serta dapat membuka praktik mereka juga harus malaui berbagai proses dan seleksi lainnya, ditingkat lebih lanjut juga harus mangikuti pendidikan lanjutan untuk menjadi spesialis.

Ditegaskan, bahwa hal tersebut yang dilakukan untuk serius dalam hal memperbaiki fisik manusia, apalagi seorang dosen yang tugasnya memperbaiki watak, karakter atau pikiran anak manusia. Oleh karena itu para pendidik itu harus memiliki standar untuk menjadi tenaga pengajar.

“Jika para pendidik ini salah sasaran dalam memberikan materi maka akan sangat berbahaya, karena yang dibentuk dan diberbaiki itu adalah pikiran dan hati anak manusia, ini akan menjadi korban yang sangat luar biasa bahkan menjadi korban dua sampai tiga generasi ke depan,” ujar Rektor.

Menurut Farid, produk yang dihasilkan akan baik jika dilakukan dengan proses yang baik, bagaimana ingin mendapat hasil yang baik jika prosesnya tidak baik. Selanjut bagaimana proses yang bagus untuk mendapat produk yang bagus. Oleh karena itu, pada proses ini lah yang harus benar-benar dibentuk untuk menghasilkan produk yang terbaik, sehingga generasi di masa mendatang akan menjadi generasi yang sesuai dengan harapan ummat.

“Pekerjaan menjadi tenaga pendidik sangat mulia, kelebihan seorang dosen atau guru adalah mendidik anak manusia, selain pikirannya juga hatinya paling berharga dan berharga mulia,” kata Farid yang juga mantan Dekan fakultas Tarbiyah.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM UIN Ar-Raniry, Dr. Huna Amin, M.Hum, mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan bertujuan agar para dosen mengenal sistem pembelajaran student center learning (SCL) atau dikenal dengan istilah menempatkan siswa sebagai pusat dari proses belajar, selanjutnya mengetahui ruang lingkup SCL, memahami model SCL, mengetahui cara penerapan dan manfaat SCL, khususnya bagi mereka yang bukan lulusan tarbiyah.

“Output dari pelatihan ini, diharapkan peserta memperoleh modul pembelajaran metode SCL dan memahami strateginya, selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan kualitas SDM yang dibutuhkan masyarakat seperti kreativitas, kepemimpinan, rasa percaya diri, kedisiplinan, kemandirian dan kemapuan berkerja tim serta memilih wawasan global untuk dapat beradaptasi dengan berbagai perkembangan dan perubahan,” ujarnya.

Husna menyebutkan, pelatihan ini dikuti oleh 160 peserta yang terdiri dari seluruh prodi di UIN Ar-Raniry, yang merupakan dosen non tarbiyah (keguruan), pelatihan dibagi tiga gelombang dan masing-masing gelombang dilaksanakan selama dua hari.

Panitia menghadirkan narasumber, dua orang dari UIN Ar-Raniry dan dua dari Universitas Syiah Kuala, materi yang disampaikan antara lain simulasi pembelajaran aktif di Perguruan Tinggi, penilaian autentik, satuan acara perkuliahan dan paktik pembelajaran aktif. [Nat]

0 Komentar