Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

Penerjemahan Alquran ke Dalam Bahasa Aceh Masuk Tahap Validasi

AR-RANIRY| Penerjemahan Alquran ke dalam bahasa Aceh yang dilakukan atas kerja sama antara Puslibang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh telah memasuki pada tahap validasi.

Kepala Puslibang Lektur, Dr. Muhammad Zain, M.Ag, dalam sambutannya saat membuka secara resmi validasi I, Rabu malam, (11/4/2018) di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, mengatakan bahwa pihak kementerian Agama menaruh perhatian yang sangat besar pada kegiatan validasi ini, dengan harapan dapat menghasilkan yang terbaik.

“Validasi terjemahan Alquran ini merupakan ruang para ahli untuk melakukan tukar pendapat agar terjemahan Alquran ke dalam bahasa Aceh nantinya memperoleh hasil yang lebih sempurna,” ujarnya.

Muhammad Zain menambahkan, kemenetrian Agama akan berupaya Alquran terjemahan ke dalam bahasa daerah (aceh) nantinya selain dicetak, juga akan dibuat versi android. Kita berharap hasilnya ini dapat dinikmati oleh generasi muda di masa mendatang.

Disebutkan, setidaknya ada dua hal yang sangat penting dalam program penerjemahan Alquran ke dalam bahasa daerah, pertama untuk menguatkan nilai-nilai Alquran dalam diri para generasi muda bangsa di masa mendatang, dan yang ke dua untuk memperlambat punahnya bahasa bahasa Aceh bagi masyarakat.

“Sebagai informasi, bahwa penerjemahan Alquran ke dalam bahasa daerah telah dilakukan sejak tahun 2011, sampai saat ini sudah dikerjakan di 16 daerah, diantaranya bahasa bugis, bali, Madura, sunda, Palembang dan aceh, dan sebagian masih dalam tahap pengerjaan,” kata Kapuslitbang.

Ketua panitia, Dr. Abdul Rani Usman, M.Si mengatakan, proses penerjemahan Alquran ke dalam bahasa aceh telah selesai dilaksanakan, saat ini masuk ke dalam tahap Validasi pertama. Selanjutnya akan disempurnakan sampai dilakukan validasi ke dua.

“Workhop validasi pertama ini, panitia mengundang para pakar dibidang bahasa aceh, ahli tafsir dan ahli budaya, sehingga semua masukan dari pertemuan itu akan menyempurnakan hasil terjemahan nantinya,” kata Rani.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA, sekaligus bertindak sebagai Keynote Speaker pada acara validasi I mengatakan, bahasa menunjukkan suatu bangsa, melalui bahasa kita dapat mengetahui watak masyarakatnya.

Farid menyebutkan, dari sifatnya bahwa bahasa memiliki dua karakteristik, hal pertama yang menarik dari bahasa Aceh adalah karakter utama dalam bahasa Aceh, yakni menyingkat kata yaitu hampir 80 persen kata-kata dalam bahasa Aceh disingkat, misalnya sebut Farid, kakak dalam bahasa aceh ‘a’, air jadi ‘ie’, kelapa jadi ‘u’.

Selain itu tambahnya, ada juga kata yang terdiri dari beberapa huruf juga diucap singkat, seperti crueup (tiarap), plueung (lari), bu (nasi), hal tersebut menurutnya ada kaitannya dengan kondisi, dimana Aceh dalam kondisi peperangan yang cukup5 lama. Ada juga kata serapan dari Arab, misal ‘karab meugreeb’, karab adalah karib artinya dekat.

Rektor menjelaskan, Alquran sangat berbeda dengan kitab manapun, Alquran boleh diterjemahkan dalam banyak bahasa, ayat-ayat Alquran terdiri dari ayat yang sifatnya dhanni dan qat’i, menurut para ahli menyebutkan, ayat yang qat’i hanya lima persen, menyangkut dengan akidah, itu mutlak. Sedangkan yang sifatnya dhanni sampai 90 persen lebih, sifatnya relative da nada penafsirannya, oleh karena itu lahir tafsir-tafsir.

Rektor Farid berharap, hasil dari terjemahan Alquran ke dalam bahasa Aceh ini, nantinya akan menjadi pedoman bagi generasi di masa mendatang. [Nat].

 

 

0 Komentar