Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

Khutbah Jum'at, Dekan FAH UIN Ar-Raniry : Pemimpin Baru di Aceh harus Taat kepada Allah

AR-RANIRY l Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Syarifuddin, MA., Ph.D menyoroti masalah makna seorang pemimpin. Imam Masjid Baitusshalihin Ulee Kareng Kota Banda Aceh tersebut menjelaskan bahwa pemimpin adalah sosok yang mulia pada umat ini, tokoh yang senantiasa taat dan patuh kepada Allah dan Rasulnya serta menjadi sosok panutan dan tokoh religius.

Karena itu ditengah krisis kepercayaan yang menimpa para pemimpin kita saat ini, ada baiknya kita merenungkan dan menyadari bahwa kita memimpin sebuah bangsa, hati kita harus senantiasa ingat bahwa kita adalah juga seorang hamba. Seorang hamba yang berwatak hamba.

"Aceh sendiri baru dilantik Gubernur dan Wakil Gubernur baru, Walikota dan Wakil Walikota serta Bupati dan Wakil Bupati di Aceh. Harapan nya ialah kepada pemimpin baru di Aceh sangat diharapkan untuk dapat menjalankan agama Allah dengan tegak. Syariat Islam di Aceh harus dijalankan untuk Negeri Aceh ini demi bangsa Aceh yang makmur terhadap orang-orang mukmin di Aceh",kata Syarifuddin dalam khutbah Jum'at di Mesjid Putih (Teuku Nyak Arief), Lamnyong Darussalam Banda Aceh, Jum'at (14/7/2017).

Ketika pemimpin peduli dengan syariat Allah dan syiar islam, dikatakan Syarifuddin maka sesungguhnya pemimpin tersebut akan dijaga kemuliaannya oleh Allah SWT dan juga negeri ini akan diberkahi oleh Allah. Ia juga mempertanyakan, bukankah pemimpin dan negeri ini juga harus mendapat kemuliaan dan diberkahi oleh Allah? Oleh karena itu ia berharap kepada pemimpin yang sudah mendapat kepercayaan dan amanah rakyat untuk tidak memperkaya diri sendiri, membiarkan masyarakat melarat dalam ekonomi.

"Rasulullah adalah sebagai sosok yang Rauf (penyantun) dan Rahim (penyayang) yang tidak semena-mena dalam memimpin. Maka kepada pemimpin di Aceh hendaknya mengikuti kepemimpinan Rasulullah yang lembut dengan masyarakat dan bangsa ini, tidak kasar dan menyinggung dengan orang yang tidak mendukung. karena sejatinya pemimpin harus terbuka dan zuhud jangan aronga",harapnya.

Ia juga mengingatkan pesan Rasulullah kepada para jamaah yang berhadir bahwa apabila bercita-cita membangun umat, maka kita selaku pemimpin harus kerja keras dan bertawakal kepada Allah. Pemimpin harus siap menghadapi semua cobaan dan dilarang mendukung memberikan kemudahan bagi orang-orang kafir.

"Janganlah kamu menjadikan pemimpin yang memberikan kemudahan bagi orang kafir. Apabila memilih orang kafir menjadi pemimpin, maka haram hukumnya memilih pemimpin kafir. Dalam kapasitas apapun kita harus selalu mengikuti sikap dan pola kepemimpinan yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW",katanya.
Diakhir khutbah, ia juga mengajak para pemimpin yang baru saja dipilih dan dilantik untuk tetap amanah dan taat kepada Allah. Karena sejatinya Rakyat berharap banyak kepada pemimpin yang mereka pilih untuk tetap santun, peduli dan tanggap dengan kondisi rakyat, pemimpin yang tidak tuli dengan kritikan dan masukan dari rakyatnya.

[ Arkin Kisaran]

0 Komentar