Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

FEBI Gagas BUMK Syariah di Bener Meriah

FEBI-UINAR. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan otoritas dan sumber daya pendanaan yang sangat potensial bagi desa atau kampung untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Namun dalam praktik dan tatakelola dana desa masih kerap ditemui kelemahan, disebabkan oleh minimnya pemahaman serta keahlian para pengelolanya. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry, sebagai perguruan tinggi di Aceh mencoba merespon dan membantu masyarakat dalam pengelolaan dana desa melalui program bakti sosial sejak 30 Oktober sampai 3 November 2017, di Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

 

Tidak hanya membahas tentang pengelolaan dana desa, para pakar ekonomi syariah dan mahasiswa FEBI juga menggagas pengelolaan dan aplikasi Badan Usaha Milik Desa/Kampung (BUMK) syariah di kecamatan tersebut. Termasuk juga pengelolaan lembaga keuangan yang menganut prinsip-prinsip islami. Selama ini, sebagian besar masyarakat masih mengandalkan sumber permodalan yang bersumber dari toke atau rentenir. Karena akses lembaga keungan masih sangat terbatas dalam menjangkau warga yang membutuhkan dana. Untuk itu para pakar dari kampus Darussalam juga melatih masyarakat agar nantinya mampu memanfaatkan dana desa atau sumber-sumber pendanaan lain yang  berdaya guna bagi pemberdayaan ekonomi umat.

 

“Pengelolaan dana desa sebaiknya tidak hanya difokuskan untuk fisik saja. Perlu juga dirancang agar tidak habis pakai atau menjadi dana bergulir dan berputar dalam kehidupan masyarakat” papar Dekan FEBI, Prof.Dr. Nazaruddin AW, disaat pembukaan pelatihan.

  

 

Beberapa desa kini telah memiliki BUMK, namun berdasarkan hasil diskusi para pengurus lembaga-lembaga tersebut masih perlu diperkuat pemahamannya dalam manajemen lembaga, terutama dalam pengelolaan keuangan yang baik dan benar. Di sisi lain, masih ada potensi kekayaan alam lainnya yang belum mampu dioptimalkan oleh masyarakat atau pengurus BUMK secara baik. Untuk itu pakar ekonomi Islam, Dr M.Yasir Yusuf, MA, mengajak masyarakat desa untuk bersama-sama membangun ekonomi umat dari level desa dalam rangka memanfaatkan potensi alam yang melimpah, seperti air.

   

“Wilayah ini memiliki potensi air bersih yang sangat potensial untuk dijadikan usaha. Bisa jadi BUMK menginisiasi pembentukan unit usaha air minum isi ulang atau dalam kemasan. Sehingga suatu saat nanti produk dari desa atau kecamatan mampu bersaing dengan produk-produk lain dari luar” ungkapnya.

 

Sambutan antusias atas kegiatan pengabdian masyarakat ini disampaikan oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Bandar, Taslim, S.Ag saat memberikan pengarahan dan membukan acara. Ia mengemukakan pentingnya pengelolaan dana desa agar bisa mampu menjadikan lembaga desa yang suatu saat nanti tidak perlu lagi menerima bantuan dari luar, bahkan mampu menggaji pengurusnya dan membantu warga desa. Ia juga berharap agar para pengelola dana desa ini bisa bekerja secara amanah dan professional

 

“Jika kita bekerja sesuai prosedur dana desa, maka kita tidak perlu takut dan kita akan selamat, pastinya,’ pungkas Sekcam Bandar.

 

Program bakti sosial berbentuk pengabdian masyarakat di Kabupaten Bener Meriah ini merupakan salah satu wujud tridharma perguruan tinggi dan kepedulian kampus terhadap permasalah yang terjadi di masyarakat, khususnya di pedesaan.

 

***

  

Info lebih lanjut hubungi:
Fahmi Yunus

Hp: 081360401217

0 Komentar