Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

UIN Ar-Raniry Membangun Desa Melalui Eceng Gondok

Hasil survei Badan Penanggulangan dan Pembangunan Daerah tahun 2015 menunjukkan bahwa Arongan Lambalek merupakan kecamatan termiskin di Kabupaten Aceh Barat, sehingga dibutuhkan tindakan nyata untuk meminimalisir kemiskinan di kawasan tersebut, salah satunya adalah kerjasama yang dilakukan pemerintah dengan berbagai kampus di Aceh, baik kampus swasta maupun negeri dengan memfokuskan mahasiswa yang akan melakukan pengabdian ke daerah tersebut.

Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UIN Ar-Raniry) Banda Aceh adalah salah satu kampus yang ikut berpartisipasi dalam mendukung program yang di lakukan Pemerintah Aceh Barat dengan mengirimkan mahasiswanya ke tiga gampong di Kecamatan Arongan Lambalek melalui program Universitas Membangun Desa (UMD) yang didukung oleh berbagai pihak diantaranya KOMPAK, BAPPEDA, dan Baitul Mal. Tiga kelompok mahasiswa yang masing-masing terdiri dari 8 orang diutus ke tiga gampong di Arongan Lambalek untuk melakukan Kuliah Pengabdian pada Masyarakat (KPM) Inovatif.

KPM Inovatif membangun desa merupakan suatu model KPM yang menghubungkan antara penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. KPM ini juga menggunakan pendekatan partisipatif dalam pembuatan desain rencana kegiatannya. KPM Inovatif ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat terutama kelompok perempuan di Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat yang di fokuskan pada Gampong Kubu, Pelanteu, dan Cot Jurumudi.

Melimpahnya tanaman eceng gondok pada daerah ini merupakan salah satu alasan yang membuat TIM UMD UIN Ar-Raniry menjatuhkan pilihan kepada kecamatan ini. Mereka menyadari bahwa eceng gondok merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diolah menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomi tinggi. Mereka menargetkan bahwa ibu-ibu di kecamatan tersebut memiliki kemampuan untuk mengolah eceng gondok menjadi kerajinan yang bernilai jual sehingga dapat dihargai tinggi guna menambah pemasukan keluarga di Kecamatan Arongan Lambalek. Tim UMD sangat mengharapkan partisipasi aktif dari kaum perempuan di tiga gampong guna tercapainya tujuan awal dari program ini.

Untuk mencapai tujuan yang digaungkan oleh tim UMD, maka program KPM ini dibagi menjadi tiga gelombang yang memiliki target pencapaiannya tersendiri. Gelombang I memiliki tujuan untuk mendirikan sebuah Kelompok Usaha Produktif (KUP) yang nantinya akan menjadi sentra produksi bagi kerajinan eceng gondok di tiga gampong terpilih. Gelombang II memiliki target untuk memberikan bekal dan keahlian kepada semua anggota KUP, melakukan branding dan mengurus izin produksi. Sedangkan gelombang III akan fokus kepada pemasaran produk hasil produksi KUP.

Program KPM Inovatif UMD UIN Ar Raniry telah berjalan dengan lancar. Mahasiswa gelombang II di tiga gampong tersebut tengah fokus mengkoordinir pelatihan dasar pembuatan produk kerajinan eceng gondok untuk anggota KUP yang direncanakan akan berlangsung selama 15 hari. Tidak hanya itu, tim KPM Inovatif di Gampong Cot Jurumudi yang disupervisi oleh Ayu Nirmala Sari, M. Si dan Ismiati, S.Ag., M.Si akan melakukan studi banding pada tanggal 15 Januari 2017 ke kota Banda Aceh. (Tim KPM Inovatif Gelombang II Cot Jurumudi)

0 Komentar