Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

DUA DOSEN FSH UIN AR RANIRY IKUT SERTA MENYELEKSI BACA KITAB KUNING CALON HAKIM AGAMA

FSH AR-RANIRY|Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum Dr. Khairuddin, M.Ag mengutus dua dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar Raniry Banda Aceh yaitu H. Mutiara Fahmi, Lc. MA, dosen Prodi Hukum Tata Negara (Siyasah) dan Dr. Mijaz, dosen Prodi Ilmu Hukum untuk ikut serta dalam Tim Seleksi Nasional Wawancara dan Baca Kitab Kuning bagi calon hakim Peradilan Agama dilingkungan Mahkamah Agung tahun 2017. Kedua dosen tersebut akan bergabung dengan 29 penguji lainnya yang berasal dari 12 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. Total penguji calon hakim Peradilan Agama adalah 62 orang, terdiri atas unsur Hakim Tinggi Agama (31 orang) dan unsur akademisi (31 orang).

Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung (MA) Takdir Rahmadi menyampaikan ada hal baru dalam mekanisme seleksi calon hakim pengadilan tahun 2017 yang tidak sepenuhnya dijalankan oleh Mahkamah Agung meskipun proses seleksi dilakukan berdasarkan Perma Nomor 2 Tahun 2017 tentang pelaksanaan pengadaan hakim secara internal. Sejak tahap awal seleksi hingga wawancara, MA melibatkan pihak eksternal seperti Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, psikolog, dan akademisi bidang hukum. Khusus untuk calon hakim agama diwajibkan mengikuti seleksi tambahan berupa pemahaman terhadap bacaan kitab kuning.

Ada 25.356 calon hakim yang telah mengikuti tahap Seleksi Kemampuan Dasar (SKD), namun yang lulus ke tahap selanjutnya hanya 3.808 peserta yang berhak ikut seleksi tahap wawancara Psikotes. Seleksi tahap wawancara dan baca kitab kuning khusus kepada calon hakim agama dilaksanakan serentak di sembilan lokasi di seluruh Indonesia pada tangga 4-7 Oktober 2017. Seleksi calon hakim tahun 2017 ingin menjaring 1600 Hakim baru dimana 616 diantaranya adalah hakim Agama.

Proses seleksi calon hakim tahun 2017 dibagi menjadi empat tahap, yakni pertama, tes kemampuan dasar di bawah kewenangan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kedua, tes kemampuan bidang yang menggunakan sistem Computerized Assisted Test (CAT) dan soal-soal dibuat oleh Pengadilan Negeri. Ketiga, psikotes yang melibatkan pihak eksternal, dan keempat, tes wawancara yang dilakukan oleh Mahkamah Agung serta didampingi oleh para akademisi bidang hukum dari berbagai universitas.

Sebelumnya para pewawancara juga telah mengikuti acara Pembekalan di Pusdiklat Mahkamah Agung RI Megamendung Bogor, tanggal 28-29 September 2017 lalu.

0 Komentar