Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

FTK UIN Yudisium 361 Sarjana

AR-RANIRY|Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali meluluskan 361 Sarjana pada Yudisium Strata Satu (S-1) semester ganjil tahun akademik 2015/2016. Kegiatan tersebut berlangsung Kamis (10/3/2016) di Auditorium Prof Ali Hasjmy kampus setempat.

Dekan FTK UIN Ar-Raniry Dr. Mujiburrahman, M. Ag mengatakan, pada semester ini Fakultas yang dipimpinnya kembali mengukuhkan 361 sarjana yang telah menyelesaikan studinya. Dalam kurun waktu 21 tahun terakhir, FTK telah meluluskan 15.209 sarjana.

Dekan menambahkan, dengan bertambahnya jumlah alumni, menunjukkan bahwa proses pendidikan di FTK berjalan dengan baik, di sisi lain bertambahnya alumni merupakan suatu potensi yang dapat membantu pengembangan lembaga di masa mendatang. Dengan bertambahnya 4 prodi baru dari sebelumnya 9 prodi, yaitu PGRA, PTE, PTI dan Prodi BK, maka pada saat ini jumlah prodi di FTK UIN Ar-Raniry berjumlah 13 prodi.

Sementara itu Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Saifullah, M.Ag, menyebutkan, peserta yudisium pada semester ganjil 2015/2016 ini berjumlah 361 orang, terdiri dari 263 orang perempuan dan 98 orang laki-laki.

Saifullah menambahkan, jumlah lulusan strata satu (S-1) masing-masing Prodi PAI 48 orang, prodi PBA 56 orang, prodi PBI 54 orang, prodi PFS 28 orang, prodi PMA 26 orang, prodi MPI 39 orang, prodi PBL 45 orang, prodi PKM 30 orang, dan prodi PGMI 35 orang.

“Secara kualitas dapat dirincikan bahwa 102 orang di antaranya lulus dengan predikat Istimewa (cumlaude), predikat baik sekali sebanyak 236 orang, dan 23 orang lulus dengan predikat baik.Kepada lulusan dengan IPK tertinggi diberikan penghargaan, masing-masing prodi satu orang,” ujar Saifullah yang juga ketua panitia Yudisium.

Sedangkan orasi ilmiah disampaikan oleh Dr. Muzakir, M. Ag, dosen dalam lingkungan UIN. Dalam orasinya, Muzakkir menyatakan bahwa permasalahan besar yang sedang dihadapi Indonesia sekarang adalah degradasi moral, bahkan pemerintah meluncurkan program unggulan yang diberinya Revolusi Mental, maka oleh sebab itu sebagai seorang ilmuan dan intelektual dalam mengintegrasikan ilmu harus dengan dalil yang cukup kuat, berkualitas dan memiliki nilai rasionalitas yang tinggi. [Nat]

0 Komentar