Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

FTK Yudisium 359 Sarjana

AR-RANIRY| Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry kembali meyudisium 359 sarjana strata satu (S1) semester genap tahun akademik 2015/2016, kegiatan tersebut berlangsung Sabtu (1/10/2016) di Auditorium Prof Ali Hasjmy Kampus UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh.

Kuasa Dekan FTK Dr. Sri Suyanta, M.Ag dalam dalam sambutannya mengatakan, yudisium ini merupakan agenda rutin bidang akademik yang dilaksanakan pada setiap akhir semester. Tahun ini FTK mengukuhkan 359 sarjana S1terdiri 97 orang laki-laki dan 262 orang perempuandari 9 Program Studi (prodi).

“Sebanyak 359 lulusan terdiri dari prodi Pendidikan Agama Islam 55 orang, Pendidikan Bahasa Arab 49 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 40 orang, prodi PFS 37 orang, prodi PMA 42 orang, prodi MPI 30 orang, prodi PBL 19 orang, prodi PKM 64 orang, dan prodi PGMI 23 orang,”.Ujarnya.

Ditambahkan, secara kualitas mereka yang lulus tahun ini, 133 orang di antaranya meraih predikat Istimewa (cumlaude), 203predikat baik sekali, 23 orang berpredikat baik. Dengan bertambahnya lulusan tahun, maka alumni FTK dalam kurun waktu 20 tahu berjumlah 5.568 orang.

Suyanta menyatakan, dengan bertambahnya alumni FTK dengan angka yang signifikan, maka ini menunjukkan bahwa proses belajar mengajar tersebut telah berjalan dengan baik, di sisi lain dengan bertambahnya alumni merupakan suatu potensi yang dapat membantu pengembangan lembaga di masa mendatang, apalagi dengan bertambahnya 4 prodi baru, yaitu PGRA, PTE, PTI dan Prodi BK, maka pada saat ini jumlah prodi di FTK UIN Ar-Raniry sebanyak 13 prodi.

Lebih lanjut Sri Suyanta mengingatkan kepada alumni yang baru saja menyelesaikan studinya di UIN Ar-Raniry agar terus istiqaman untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tetapi secara substansial anda justru harus terus eksis di Kampus dan kehidupan yang amat sangat luas, eksistensi dan kontribusi selalu dinanti-nanti oleh keluarga dan masyarakat serta terus akan diuji oleh kerasnya kompetisi kehidupan masa mendatang.

Sementara itu, dalam upacara yudisium itu juga diisi orasi ilmiah dengan judul Pendidikan Demokratis sebagai Ciri Pendidikan Islam, disampaikan oleh Dr. T. Zulfikar, S.Ag.,M.Ed.,Ed.M.,dalam orasinya antara lain disampaikan bahwa, untuk mendapatkan pendidikan yang layak merupakan hak semua individu, bentuk pendidikan yang dianggap mampu mengembangkan potensi anak didik adalah pendidikan yang bersifat demokratis, baik dari segi sistem pendidikannya maupun proses pembelajarannya.

Oleh karena itu lanjut Zulfikar yang juga alumni Monash University, Australia, dalam proses pembelajaran, setidaknya ada empat hal yang dilakukan oleh seorang guru untuk menjadi pendidik yang demokratis, hal yang pertama, guru selalu terlibat di dalam usaha evaluasi diri, selanjutnya guru demokratis adalah yang melakukan pembelajaran mandiri secara terus menerus (continuous self development), poin Ketiga, kemampuan menjadikan sekolah sebagai komunitas pembelajaran dan yang keempat adalah guru demokratis tidak hanya memperhatikan perkembangan IQ anak didik tapi juga memperhatikan EQ mereka. [Nat]

0 Komentar