Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

HARI INI ICT LATIH DOSEN SOSIOLOGI AGAMA GUNAKAN TI UNTUK MEDIA PERKULIAHAN

BANDA ACEH: ICT UIN Ar Raniry akan melatih pemanfaatan teknologi informasi untuk media pembelajaran bagi dosen Program Studi Sosiologi Agama FUF UIN Ar Raniry. Pelatihan yang akan berlangsung besok, Kamis (3/11/2016) dimaksudkan agar kemampuan dosen dalam pemanfaatan teknologi informasi semakin meningkat.

"Kami ingin semua dosen Prodi Sosiologi Agama dapat memanfaatkan teknologi sebagai media perkuliahan. Sudah saatnya dosen melek akan teknologi informasi terbaru dan tercanggih," kata Ketua Prodi Sosiologi Agama.

"Apalagi kampus kita sudah memiliki fasilitas yang cukup. Tinggal sekarang pemanfaatannya," sambung Kaprodi

Menurut Kaprodi Sosiologi Agama, pemanfaatan TI selama ini terkendala pada pengetahuan dan skill dosen dalam menggunakan TI. Menurutnya, keinginan dosen untuk menggunakan TI sangat tinggi. Namun pengetahuan mereka masih sangat terbatas.

"Saya kira media sudah ada, keinginan juga ada, tinggal pelatihan yang kurang. Karena itu kami menggandeng ICT untuk melatih dosen kami agar mereka punya skill yang bisa dipakai ketika mengajar," kata Kaprodi lagi.

Kaprodi Sosiologi Agama juga prihatin jika kemampuan dosen kalah dengan mahasiswa dalam pemanfaatan TI.

"Jangan sampai dosen ketinggalan dengan mahasiswa dalam penggunaan TI. Mau dibawa kemana muka kita kalau ini benar-benar terjadi di kampus tercinta ini," katanya dengan nada geram.

Karena itu Prodi Sosiologi Agama mengundang ICT untuk membantu penguatan skill dosen agar media perkualian yang dipakai lebih variatif, kreatif dan inovatif. [sh]

 

2 Komentar


Fairus fairus.mainuri@gmail.com | 03-11-2016 12:07:29

Sepertinya terindikasi seperti itu, Pak Mumtaz. Hehehe. Ke depan, meskipun ditulis oleh Kaprodi, Pak Sahlan, sebaiknya ada tim editor di level pengelola web, sehingga tulisan Pak Kaprodi dan para pihak lain dapat dianggap sebagai rilis dan menjadi tugas pengelola web untuk mengolahnya menjadi berita yang baik.

mumtaz mumtazkiya@gmail.com | 02-11-2016 10:12:19

Penulis berita ini harus belajar nulis jurnalistik yang benar. Masak nama ka prodi tidak ditulis namanya. Padahal sudah beberapa kali diulang2 penulisannya. Barangkali yg nulis berita ini, jangan2 ka prodi, sehingga malu menuliskan namanya....alias droe keudroe...