Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

Perbedaan Pendapat Dalam Fiqh (Study Kritis terhadap Pemahaman Mazhab di Aceh)

Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh telah meluluskan Muhammad Zukhdi (20080792-3) sebagai Doktor ke 71 Pascasarjana UIN Ar-Raniry. Dalam sidang terbuka Promosi Doktor pada hari Selasa (09/05/17) bertempat di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry Lantai III. Beliau mempertahankan Disertasi yang berjudul “Perbedaan Pendapat dalam Fiqh (Study Kritis terhadap Pemahaman Mazhab di Aceh)”

Muhammad Zukhdi yang lahir di Alue bili, 13September 1972merupakan dosen Fakultas Syari’ah STAIN Zawiyah Cotkala Langsa, yang telah berhasil meraih gelar doktor dengan predikat yang sanggat memuaskan. Pada sidang terbuka tersebut Muhammad Zukhdi mendeskripsikan tentang disertasinya yang berjudul “Perbedaan Pendapat dalam Fiqh (Study Kritis terhadap Pemahaman Mazhab di Aceh)”. sebagai berikut :

Perbedaan pendapat dalam fiqh (study kritis terhadap pemahaman mazhab di Aceh). Pada dasarnya Islam tidak mengenal mazhab, semua persoalan hukum harus merujuk kepada Al-Quran dan hadis. Keberadaan mazhab di Aceh pada awalnya tidak menimbulkan persoalan. Namun dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan munculnya ide-ide pembaharuan yang tidak menganut mazhab tertentu, menimbulkan perbedaan di kalangan masyarakat. Akibat perbedaan mazhab, sebahagian kalangan masyarakat Aceh sering menimbulkan perpecahan. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitiannya yaitu, faktor apa saja yang menyebabkan berkembang mazhab fiqh dan perbedaan pendapat di Aceh, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan sebahagian masyarakat Aceh sulit menerima keberagaman pemahaman fiqh, apa saja sumber bacaan masyarakat Aceh sehingga berat menerima keberagaman mazhab fiqh dan perbedaan pendapat, dan apa dampak yang timbul ketika tidak mau menerima keberagaman pemahaman, serta bagaimana solusinya untuk kebaikan dalam masyarakat. Adapun tujuan dari penelitian Muhammad Zukhdi yaitu untuk menjelaskan dan menganalisis yang menyebabkan berkembang mazhab fiqh dan perbedaan pendapat di Aceh, menjelaskan dan menganalisis yang menyebabkan sebahagian masyarakat Aceh sulit menerima keberagaman pemahaman, untuk meneliti sumber bacaan masyarakat Aceh sehingga sulit menerima keberagaman mazhab fiqh dan perbedaan pendapat, menjelaskan dan menganalisis dampak yang timbul ketika tidak mau menerima keberagaman pemahaman, serta untuk memberi solusi supaya membuka ruang keberagaman untuk kebaikan dalam masyarakat.

Muhammad Zukhdi Meringkaskan Hasil Penelitiannya sebagai berikut: 1. mayoritas masyarakat Aceh fanatik kepada mazhab, terutama mazhab Syafi’I dan sebahagian masyarakat masih berat menerima perbedaan pendapat disebabkan beberapa faktor, yaitu faktor guru, faktor kitab yang dikaji, faktor sistem pendidikan, serta faktor politik. 2. Perbedaan pendapat terjadi antara komunitas tradisional dan komunitas moderenis. Untuk menghindari perbedaan-perbedaan disarankan kepada masing-masing untuk mendalami pemahaman fiqh, disarankan kepada pihak ulama dan intelektual supaya membuka forum dialog secara objektif, baik tingkat internal maupun eksternal, mendalami ilmu tentang fiqh ikhtilaf serta memahami etika bermazhab dan berbeda pendapat.

 

 

0 Komentar