Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

Kurikulum Pendidikan Karakter Islami Pada SDIT Banda Aceh dan Aceh Besar

Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh telah meluluskan Johansyah (221009919-3) sebagai Doktor ke 37 Program Doktor Pascasarjana UIN Ar-Raniry dalam sidang terbuka Promosi Doktor pada hari Senin (26/9/16), Beliau mempertahankan Disertasi yang berjudul “Kurikulum Pendidikan Karakter Islami Pada SDIT Banda Aceh Dan Aceh Besar”. Johansyah merupakan seorang guru Pendidikan Agama Islam di Pemda Aceh tengah. Beliau lulus sebagai Doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam di Pascasarjana UIN Ar-Raniry dengan nilai kelulusan sangat memuaskan.

Pada Sidang Terbuka tersebut Johansyah Mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kurikulum Pendidikan Karakter Islami Pada SDIT Banda Aceh Dan Aceh Besar sebagai berikut :

Pendidikan karakter pada pendidikan dasar saat ini belum memiliki orientasi yang jelas. Bahkan sekolah-sekolah swasta seperti SDIT, menawarkan dan mengembangkan konsep pendidikan karakter sesuai dengan selera masing-masing. Dalam hal ini SDIT menawarkan model kurikulum Islami, yakni berbasis pada nilai-nilai ajaran Islam. Kelihatannya kurikulum Islami tersebut masih terlalu umum, dan secara kontekstual belum begitu menyentuh nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Artinya kurikulum pendidikan karakter Islami yang dikembangkan oleh SDIT seyogyanya adalah kurikulum pendidikan karakter Islami dipadukan dengan nilai-nilai ke-Indonesiaan.

Maka Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan model penelitian fenomenologi naturalistik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, pengamatan, dan telaah dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan teknik analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan analisa data.

Berdasarkan data hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa:Pertama, dilihat dari aspek konsep kurikulum pendidikan karakter Islami pada SDIT di Banda Aceh dan Aceh Besar, bahwa konsep kurikulum yang dikembangkan adalah konsep kurikulum terpadu, yakni memadukan kurikulum pendidikan yang ada dengan muatan nilai-nilai Islam. Nilai-nilai ajaran Islam terintegrasi dalam semua kegiatan sekolah, menjadi budaya sekolah, dan menjadi landasan utama pengembangan pendidikan karakter. Konsep kurikulum pendidikan karakter Islami pada keempat SDIT dituangkan ke dalam berbagai bentuk program yaitu; a) mengembangkan konsep sekolah berkarakter Islami, b) merancang kurikulum berkarakter Islami, c) menyiapkan guru profesional untuk mendukung keberhasilan pendidikan karakter dengan cara rekrutmen yang objektif, transparan dan profesional, d) menata lingkungan sekolah yang kondusif, dan e) mengelola kelas yang dinamis. Kedua, dari aspek penerapan kurikulum pendidikan karakter Islami pada SDIT di Banda Aceh dan Aceh Besar, bahwa di semua SDIT guru memiliki peran penting dalam proses pendidikan karakter. Dalam pembentukan karakter, di mana sekolah lebih memposisikan guru sebagai sentral (teacher centered), bukan peserta didik (student centered). Kecuali itu, dalam pengembangan aspek kognitif dan psikomotorik lebih dititikberatkan pada peserta didik. Di samping itu, faktor pembiasaan melalui berbagai kegiatan sangat berperan dalam membentuk karakter peserta didik. Secara rinci, upaya yang dilakukan SDIT di Banda Aceh dan Aceh Besar untuk menerapkan kurikulum pendidikan karakter Islami diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan, yaitu; a) menerapkan kurikulum berkarakter Islami, b) menyelenggarakan pembelajaran yang demokratis dan humanis, c) menerapkan metode keteladanan dengan memusatkannya pada guru dalam pembentukan karakter peserta didik, d) membuat program bina karakter dan mentoring untuk membangun hubungan emosional yang baik antara guru dengan peserta didik, e) membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler, f) membentuk karakter peserta didik melalui pembiasaan dan budaya sekolah yang positif, dan g) membangun karakter peserta didik melalui program tahfizh al Qur’an. Ketiga, dalam hal monitoring dan evaluasi kurikulum pendidikan karakter Islami pada SDIT di Banda Aceh dan Aceh Besar, bahwa sekolah secara intens melakukan pengamatan terhadap perkembangan perilaku peserta didiknya. Untuk kegiatan ini semua pihak dilibatkan dan saling menjalin kerja sama. Di sekolah, guru kelas melakukan pengamatan terhadap perkembangan perilaku peserta didik, sementara di rumah, sekolah melibatkan orangtua untuk mengamati perkembangan anaknya. Semua informasi ini akan menjadi bahan penting kajian sekolah untuk proses perbaikan pada masa berikutnya. Secara rinci, upaya yang ditempuh dalam proses monitoring dan evaluasi kurikulum pendidikan karakter Islami pada SDIT di Banda Aceh dan Aceh Besar, yaitu; a) menjalin kerja sama dengan orangtua peserta didik untuk mengetahui perkembangan mereka di rumah, catatan guru kelas tentang karakter yang menonjol pada peserta didik, b) mengadakan rapat pertemuan rutin antara guru dengan pimpinan sekolah dan antara sekolah dengan para orangtua peserta didik, dan c) melakukan monitoring evaluasi melalui buku komunikasi yang dibagikan kepada setiap peserta didik.

0 Komentar