Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

Kejujuran dan Integritas Ilmiah


Dalam kehidupan akademis (academia, academic life) ada dua sifat yang harus dijiwai dan dikembangkan: academic honesty (kejujuran ilmiah) dan academic integrity (integritas ilmiah). Kejujuran ilmiah adalah sifat dimana seorang sarjana tidak pernah menganggap dirinya yang paling tahu sehingga tidak menghargai prestasi keilmuan orang lain. Oleh karena itu, dalam sopan santun ilmiah seorang sarjana/ilmuan dengan ikhlas harus mengakui  keterbatasan  diri  dan  menghormati  pikiran dan karya orang lain, walaupun tidak sesuai dengan rasionalitas pribadinya. Untuk itu pengakuan dan/atau penyebutan sumber dari setiap referensi (kutipan), baik dari sumber tulisan, elektronik atau lisan haruslah jelas dan dapat dipertanggung-jawabkan. Tegasnya menjiplak, menyontek, mengutip, menyadur, mengalih-bahasakan, tanpa mengakui/ menyebutkan sumbernya secara jelas adalah  perbuatan  yang  sangat  tercela  dan  melanggar kode etik academic honesty (al-amānah al-‘ilmiyyah).
 
Integritas ilmiah adalah sikap ilmuwan yang professional, bukan amatiran. Kehidupan akademis ilmuwan   tersebut   bukan   sekedar   rekreasi   sambilan, tapi   ianya   menyatu   dengan,   dan   bertanggungjawab dalam     profesinya.     Keilmuan     yang     disandangnya, profesi yang digelutinya dan alam lingkungannya harus sedapat mungkin diupayakan untuk mempertinggi dan memperkaya pribadinya sebagai ilmuwan sejati, bukan sarjana pesanan dan/atau pekerja sambilan. Dengan dua sikap ini diharapkan lambat laun akan tumbuh suatu iklim ilmiah (academic culture) baik dalam kapasitas sebagai individu ataupun komunitas akademika.