Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

Sistem Perkuliahan


A. Penerimaan Calon Mahasiswa Baru
Penerimaan mahasiswa dilakukan melalui testing masuk yang diadakan oleh Pascasarjana UIN Ar-Raniry sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ketentuan peserta dan syarat-syaratnya adalah sebagai berikut:
 
Persyaratan Administrasi;
  1. Mengisi formulir pendaftaran;
  2. Foto copy ijazah S1 atau S2 yang telah dilegalisir;
  3. Foto copy transkrip nilai S1 atau S2 yang telah dilegalisir;
  4. Surat izin atasan bagi yang bekerja;
  5. Surat keterangan berbadan sehat dari dokter;
  6. Foto copy SK terakhir yang dilegalisir (bagi tenaga fungsional dan pegawai negeri sipil/capeg);
  7. Pas photo ukuran 3 x 4 = 5 lembar; 4 x 6 = 3 lembar, satu lembar   ditempel di formulir pendaftaran; dan 2 x 2 ½ = 3 lembar.
  8. Menyerahkan   proposal tentatif tesis/disertasi,dengan ketentuan:
  9. Diketik dengan jarak 1.5 spasi di atas kertas kuarto, font Times New Roman 12.
  10. Proposal calon mahasiswa S2/S3 dimaksud membahas tentang masalah sesuai dengan Program Studi (Prodi) dan Konsentrasi yang dipilih.
  11. Membayar biaya testing pada saat mendaftar sesuai dengan ketentuan yang berlaku (akan ditetapkan oleh Pascasarjana UIN Ar-Raniry).
  12. Persyaratan nomor 4, 5 dan 6 boleh dilampirkan setelah peserta dinyatakan lulus tes.
  13. Semua persyaratan di atas dimasukkan ke dalam map folio warna biru untuk S2 dan warna merah untuk S3.
  14. Membuat  surat  peryataan  kesediaan  sanggup mengikuti kuliah dan mematuhi segala aturan yang berlaku di Pascasarjana-UIN Ar-Raniry.
 
Mengikuti Testing
 
Setiap calon peserta wajib mengikuti ujian masuk yang diselenggarakan oleh pimpinan Pascasarjana atau panitia, yang mencakup:
a. Bahasa Arab;
b. Bahasa Inggris;
c. Proposal tentatif.
d. Test kemampuan dasar prodi/konsentrasi.
 
Kelulusan
  1. Penentuan kelulusan peserta testing masuk pada Pascasarjana UIN Ar-Raniry ditetapkan oleh tim yang di-SK-kan oleh Rektor.
  2. Pengumuman  kelulusan  dilakukan  oleh  Direktur atas nama Rektor.
  3. Calon    peserta    yang    dinyatakan    lulus    berhak mendaftar pada Pascasarjana sesuai dengan jadwal. dan persyaratan yang sudah ditetapkan.
  4. Unit dalam Prodi/Konsentrasi akan dibuka apabila jumlah pelamar yang lulus berjumlah minimal 15 orang. Mahasiswa dalam unit yang tidak mencapai batas minimal tersebut dapat memilih salah satu unit yang ada.
 
B. Tata Tertib Mahasiswa
1. Status Mahasiswa
Untuk   memperoleh   status   sebagai   mahasiswa sah Pascasarjana UIN Ar-Raniry, mahasiswa harus mendaftarkan diri dengan membayar SPP dan mengisi formulir pendaftaran serta memenuhi semua persyaratan administrasi dan kepada yang bersangkutan akan diberikan bukti telah terdaftar. Dengan terdaftarnya seseorang sebagai mahasiswa maka ia memperoleh hak dan menyandang beberapa kewajiban.
 
2. Hak Mahasiswa
Bila seseorang telah terdaftar sebagai mahasiswa Pascasarjana   maka   ia   berhak   mendapatkan   fasilitas dan pelayanan yang wajar sebagai seorang mahasiswa Pascasarjana.  Hak  tersebut  dapat  berupa  memperoleh pendidikan yang ditawarkan, hak menggunakan perpustakaan,  hak  memperoleh  Penasehat  Akademik, hak bimbingan, hak konsultasi, hak memperoleh kartu mahasiswa, hak mendapatkan surat keterangan yang diperlukan oleh seorang mahasiswa Pascasarjana.
 
3. Kewajiban Mahasiswa
Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry wajib:
  1. Mematuhi semua tata tertib dan ketentuan yang telah ditetapkan.
  2. Menjaga   nama   baik   almamater,   agama,   dan bangsa.
  3. Mengikuti kegiatan pendidikan yang dilaksanakan dalam bentuk   perkuliahan   formal,   seminar, penugasan, dan kegiatan lain dengan bimbingan dosen.
  4. Mengisi daftar hadir perkuliahan. (Kelalaian menandatangani daftar hadir dapat dianggap tidak mengikuti perkuliahan).
  5. Mengikuti setiap perkuliahan minimal 75%, dan jika kurang dari itu, yang bersangkutan tidak diperkenankan mengikuti ujian dalam mata kuliah tersebut. Namun kekurangan yang 25% dapat dikompensasi dengan tugas-tugas khusus sesuai  dengan  hasil  konsultasi  dengan  dosen pengasuh mata kuliah yang bersangkutan.
  6. Mahasiswa  yang  belum  membayar  SPP  pada semester   berjalan   tidak   diizinkan   mengikuti ujian final,
  7. Berpenampilan dan berpakaian rapi (tidak diperkenankan berambut gondrong, memakai kaos oblong dan sandal), baik saat mengikuti perkuliahan maupun ketika melakukan aktivitas lainnya di Pascasarjana.
 
4. Mahasiswa Non Aktif dan Mengundurkan Diri
 
Dalam hal-hal yang sangat mendesak dan dengan mengajukan alasan-alasan yang dapat diterima, seorang mahasiswa dapat mengambil status non aktif kuliah sebagai mahasiswa Pascasarjana dengan ketentuan sebagai berikut:
 
  1. Non aktif kuliah dapat diberikan hanya 1 (satu) kali di antara dua semester (semester II atau III).
  2. Mahasiswa  yang  mendapat  dana  pendidikan, jika mengambil non aktif karena faktor-faktor tertentu, maka hak bantuan dana pendidikan tersebut dialihkan kepada mahasiswa lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Mahasiswa yang sedang non aktif hanya dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan.
  4. Mahasiswa yang tidak mendaftar kembali setelah habis masa non aktif dan setelah ditunggu setahun berikutnya, dianggap mengundurkan diri.
 
5. Keizinan dan Sanksi
  1. Peserta yang berhalangan hadir kuliah harus memberitahukan secara tertulis kepada dosen yang bersangkutan.
  2. Apapun    alasan    ketidak-hadiran    mahasiswa mengikuti kuliah, dan/atau tidak dapat memenuhi tugas perkuliahan sebagaimana yang ditetapkan oleh dosen, tidak dapat menggugurkan ketetapan akademis yang berlaku. Misalnya hadir di kelas minimal 75% serta melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan.
  3. Peserta yang dianggap indisipliner akan diberikan sanksi secara bertingkat, sesuai dengan berat- ringannya, antara lain teguran lisan kepada yang bersangkutan, teguran kepada yang bersangkutan dengan tembusan kepada PA, teguran kepada yang bersangkutan   dengan   tembusan   kepada Rektor 
  4. UIN/lnstansi/lembaga asal, teguran kepada yang bersangkutan dengan tembusan kepada pemberi rekomendasi, dan selanjutnya.
C. Program Sertifikasi
 
  1. Pascasarjana UIN Ar-Raniry juga membuka peluang bagi yang berminat untuk mengambil mata kuliah tertentu yang ada pada Program – satu mata kuliah atau lebih– baik mata kuliah dasar, mata kuliah pilihan atau mata kuliah konsentrasi.
  2. Bagi peserta yang mengikuti program ini akan diberikan sertifikat,  masing-masing mata kuliah yang telah diambil dan telah melalui tahap evaluasi.
  3. Sertifikat ini juga diperhitungkan dan dinyatakan berlaku jika peserta mengikuti program degree.
  4. Persyaratan peserta dan persyaratan akademis sama dengan peserta lain, yaitu melalui test masuk yang dilakukan oleh Pascasarjana UIN Ar- Raniry.
  5. Biaya   kuliah   dihitung   berdasarkan   semester bagi peserta yang mengambil minimal tiga dan maksimal enam mata kuliah. Bagi peserta yang  mengambil kurang dari jumlah di atas dihitung berdasarkan jumlah mata kuliah.
D. Prosedur Perkuliahan
1. Registrasi dan Herregistrasi
Mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dan hak- hak lainnya sebagai mahasiswa Pascasarjana UIN Ar- Raniry setelah melakukan registrasi dan herregistrasi. Registrasi mahasiswa adalah proses pendaftaran ulang setiap  calon  mahasiswa  baru  yang  dinyatakan  lulus dalam seleksi. Sedangkan herregistrasi adalah proses pendaftaran ulang setiap mahasiswa lama untuk dapat mengikuti kegiatan perkuliahan dan memperoleh hak- hak akademik sebagaimana ketentuan yang berlaku pada semester berjalan.
 
2. Kontrak Kuliah
Kontrak kuliah adalah kesepakatan antara dosen dan mahasiswa terkait dengan hak dan kewajiban dosen dan  mahasiswa,  sistem  perkuliahan,  metode  evaluasi yang  digunakan,  dan  lain  sebagainya  yang  dianggap perlu oleh dosen dan mahasiswa. Dosen dan mahasiswa harus membuat kontrak kuliah pada pertemuan pertama kuliah. Kontrak kuliah ini ditandatangani oleh dosen dan perwakilan mahasiswa.
 
E. Kuliah/Pembelajaran Berbasis Riset (PBR)
Pembelajaran berbasis riset (PBR) merupakan salah satu metode student-centered learning (SCL) yang mengintegrasikan riset di dalam proses pembelajaran. PBR bersifat multifaset yang mengacu kepada berbagai macam metode pembelajaran. PBR memberi peluang/ kesempatan kepada mahasiswa untuk mencari informasi, menyusun hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat kesimpulan atas data yang sudah tersusun; dalam aktivitas ini berlaku pembelajaran dengan  pendekatan  “learning  by  doing”.  Oleh  karena itu, PBR membuka peluang bagi pengembangan metode pembelajaran, antara lain:
 
  1. Pembaharuan      pembelajaran      (pengayaan kurikulum) dengan mengintegrasikan hasil riset,
  2. Partisipasi aktif mahasiswa di dalam pelaksanaan riset,
  3. Pembelajaran  dengan  menggunakan instrumen riset, dan
  4. Pengembangan konteks riset secara inklusif (mahasiswa   mempelajari   prosedur   dan   hasil riset untuk memahami seluk-beluk sintesis).
 
Beberapa Model Pembelajaran Berbasis Riset
1.   Memperkaya bahan ajar dengan hasil penelitian dosen
Pada proses pembelajaran ini hasil penelitian dosen digunakan untuk memperkaya bahan ajar. Dosen dapat memaparkan hasil penelitiannya sebagai contoh nyata dalam perkuliahan, yang diharapkan dapat berfungsi membantu  mahasiswa  dalam  memahami  ide,  konsep, dan teori penelitian. Dalam kegiatan ini, nilai, etika, dan praktik penelitian yang sesuai dengan bidang ilmu yang diajarkan dapat disampaikan untuk memberikan inspirasi kepada mahasiswa. Bagi mahasiswa pascasarjana dapat diterapkan diskusi yang komprehensif tentang penelitian yang sedang dikerjakan oleh dosen.
 
2. Menggunakan       temuan-temuan       penelitian mutakhir dan melacak sejarah ditemukannya perkembangan mutakhir tersebut
Pada proses pembelajaran ini, temuan-temuan penelitian mutakhir yang diperoleh dari pustaka didiskusikan untuk mendukung materi pokok bahasan yang sesuai. Dinamika perkembangan ilmu pengetahuan disampaikan di dalam perkuliahan sebagai rangkaian sejarah  perkembangan pengetahuan  tersebut.  Dengan kebijakan dan praktik yang ada pada saat ini, dapat dilakukan dan dikembangkan saat ini, karena adanya kebijakan dan praktik yang telah dikembangkan sebelumnya. Hal ini semua merupakan suatu kesatuan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan.
 
3.   Memperkaya kegiatan pembelajaran dengan isu- isu penelitian kontemporer
Proses pembelajaran ini dapat dimulai dengan meminta peserta menyampaikan isu-isu penelitian yang ada pada saat ini, yang sesuai dengan pokok bahasan. Selanjutnya peserta diminta mendiskusikan penerapan isu penelitian tersebut untuk penyelesaian problem nyata dalam kehidupan. Strategi ini dapat diperkaya dengan berbagai cara, misalnya:
a.   Dengan membandingkan laporan hasil penelitian dan           laporan    pemberitaan    yang    terjadi    di masyarakat.
b.   Melakukan analisis tentang metodologi penelitian serta argumentasi yang berkaitan dengan temuan penelitian tersebut yang dikemukakan dalam jurnal penelitian.
c.          Melakukan studi literatur tentang perkembangan pengetahuan terkini yang sesuai dengan pokok bahasan.
 
4.   Mengajarkan   materi   metodologi   penelitian   di dalam proses pembelajaran
Strategi ini dapat diterapkan dengan melakukan tahapan berikut:
a.   Meningkatkan    pemahaman    peserta    tentang metodologi penelitian.
b. Merancang materi ajar dengan menyertakan metodologi penelitian pada pokok bahasan tersebut, sehingga peserta dapat menerapkannya untuk menyelesaikan problem penelitian yang nyata.
c.          Merancang     materi     ajar     dengan     berbagai metodologi penelitian yang berkaitan dengan beberapa isu penelitian mutakhir, sehingga peserta        dapat    belajar    melakukan    evaluasi terhadap isu penelitian tersebut.
 
5.   Memperkaya      proses      pembelajaran      dengan kegiatan penelitian dalam skala kecil
Pada proses pembelajaran ini, kelompok peserta diberi tugas melakukan penelitian bersama. Dengan demikian peserta dapat meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan dari kegiatan tersebut. Dengan kegiatan ini budaya penelitian dapat lebih terbangun dibandingkan dengan bila penelitian tersebut diselenggarakan secara individual.  Selanjutnya  dapat  dikembangkan  kegiatan berikut misalnya:
a.   Peserta diminta untuk melakukan analisis data dari kegiatan penelitian yang telah dilakukan.
b. Dosen   memberikan   beberapa   pertanyaan sehingga  peserta  perlu  melakukan  studi literatur, menentukan metode penelitian, mengumpulkan data, menuliskan hasil analisa, dan mengemukakan kesimpulan dari suatu kegiatan penelitian.
Kegiatan ini supaya dapat berlangsung dengan baik, maka sebelum kegiatan tersebut dosen perlu melakukan paparan singkat tentang pemanfaatan ketrampilan penelitian dan pengetahuan yang telah dipelajari pada semester pokok bahasan sebelumnya.
 
6. Memperkaya   proses   pembelajaran   dengan melibatkan peserta dalam kegiatan penelitian institusi
Pada kegiatan ini PBR dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain:
a.   Peserta diberi tugas penelitian yang merupakan bagian dari penelitian besar yang dilakukan oleh institusi.
b. Mengorganisasikan  peserta  sebagai  asisten penelitian bagi peserta pada jenjang yang lebih tinggi atau dosen.
c.   Melakukan kunjungan ke pusat-pusat penelitian.
 
7. Memperkaya   proses   pembelajaran   dengan mendorong peserta agar merasa menjadi bagian dari budaya penelitian di fakultas/jurusan
 
Pada strategi ini diusahakan agar peserta merasa sebagai bagian dari budaya penelitian di bagian atau fakultas yang bersangkutan. Dalam rangka itu maka beberapa hal dapat dilakukan:
 
a. Memberikan informasi pada peserta tentang kegiatan penelitian dan keunggulan penelitian dosen di jurusan atau fakultas yang bersangkutan.
b.   Mengadakan kuliah umum oleh pakar atau staf dari institusi lain, untuk menyampaikan capaian penelitiannya sebagai referensi langsung bagi peserta.
c.          Mendorong  peserta  untuk  berpartisipasi  pada kegiatan seminar penelitian baik sebagai peserta, penyaji, ataupun sebagai penyelengara seminar tersebut.
 
8.   Memperkaya proses pembelajaran dengan nilai- nilai yang harus dimiliki oleh peneliti
Nilai-nilai yang harus dimiliki oleh peneliti seharusnya perlu dipahami oleh peserta. Nilai-nilai tersebut antara lain: objektivitas, penghargaan akan temuan penelitian, respek pada pandangan lain, toleransi terhadap ketidakpastian, dan kemampuan analisis. Penyampaian nilai-nilai tersebut dapat dilakukan dengan:
 
a.   Mencerminkan nilai-nilai seorang peneliti dalam interaksi kelas.
b. Menyampaikan  proses  perjalanan  seorang peneliti            sebelum    pekerjaannya    dipublikasi, termasuk beberapa kali revisi yang dilakukan.
c.          Memberikan     pemaparan     terstruktur     yang menginspirasi peserta tentang beberapa nilai, misalnya, menyampaikan artikel penelitian yang mengandung argumentasi yang berbeda pada topik yang sama, kemudian menanyakan peserta tentang validitasnya serta menyampaikan kesimpulan.
Model-model strategi implementasi PBR tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan disiplin ilmu  dan  perkembangan  budaya  penelitian  yang  telah berkembang di institusi yang bersangkutan. Satu hal yang sebaiknya diingat ialah bahwa PBR tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan peserta sebagai peneliti handal, namun juga sebagai peneliti yang memiliki karakter serta nilai-nilai yang sifatnya universal.